Ekpresi Hitam Putih Anak Indonesia: Kebebasan, Kepolosan, Ketulusan, dan Persaudaraan Tanpa Sekat

Galeri

1336065483148936768
Ekspresi Fraterniti Mengatasai Sekat-sekat (dok.pribadi)

Masa kecil adalah masa terindah. Masa menjadi kertas putih. Siap diisi dengan tulisan apa saja. Jika ditulis dengan baik, ia akan bertumbuh menjadi baik. Apa yang ditanamkan ketika masa kecil, itulah yang dituai ketika menjelang remaja dan dewasa. Jika ingin mengenang masa kecil nikmati ekspresi anak-anak negeri di bawah ini. Ekspresi anak negeri nun jauh di pedalaman Kalimantan ini. Mereka terlihat natural, tanpa polesan, tanpa kosmetik, tanpa takut bersentuhan akrab dengan alam.

1336066206356568628
Ekspresi Polos Seperti Kertas Putih (Dok. Pribadi)

Masa kecil, masa tanpa beban. Masa bisa mengungkapkan diri apa adanya. Masa tidak perlu mengenakan topeng-topeng kehidupan.   Masa kebebasan jiwa tanpa terkungkung nafsu akan prestise. Masa tidak penting menjaga imij.

13360657281939698041
Ekspresi Bebas Tanpa Beban (Dok.Pribadi)

Masa di mana alam dijadikan sahabat. Masa di mana banjir dan lumpur bukanlah sebuah bencana yang mesti ditanggulangi tetapi sebagai berkah dari yang kuasa. Berkah karena mereka memiliki kebeningan hati untuk mengucapkan syukur atas apa pun yang tersedia di alam. Bagi mereka, alam, cuaca, seekstrim apa pun adalah wadah untuk mengungkapkan diri melalui permainan.

1336066616871911624
Bagi Mereka, Banjir dan Lumpur Bukanlah Bencana (Dok.Pribadi)

Bagi mereka, hidup bukanlah soal mengejar prestasi dan prestise yang sebagian besar merupakan ekspektasi orang tua. Hidup bagi mereka adalah arena permainan untuk mengakrabkan diri dengan sahabat dan alam yang membuat mereka bisa ceria dan tertawa lepas tanpa beban. Masa di mana jiwa mereka perlu diisi dengan suasana penuh suka cita.

13360672411009816642
Bersenda Gurau dan Menikmati Keceriaan Bersama Sahabat (Dok.Pribadi)

Karena itu, pantaslah Khalil Gibran peduli akan anak dan menuangkan dalam syair yang kaya makna seperti berikut ini:

“Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau, tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki  pikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi.

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan.Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.”

13360683331020772793

Anak-anakmu Bukan Milikmu, tetapi Titipan Sang Khalik (Dok.Pribadi)

Iklan

4 thoughts on “Ekpresi Hitam Putih Anak Indonesia: Kebebasan, Kepolosan, Ketulusan, dan Persaudaraan Tanpa Sekat

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s